Monday, March 29, 2010

S'mua Baik

Tommy Widodo & Budi

A=Do



A E/G#
DARI SEMULA

F#m C#m
T'LAH KAU TETAPKAN

D A/C#
HIDUPKU DALAM TANGAN-MU

Bm E
DALAM RENCANA-MU TUHAN


A E/G#
RENCANA INDAH

F#m C#m
T'LAH KAU SIAPKAN

D A/C#
BAGI MASA DEPANKU

Bm E
YANG PENUH HARAPAN


REFF :

A E/G# F#m C#m
S'MUA BAIK, S'MUA BAIK

D A/C# B E
APA YANG T'LAH KAU PERBUAT DI DALAM HIDUPKU

A E/G# F#m C#m
S'MUA BAIK, SUNGGUH TERAMAT BAIK

D A/C# Bm E A
KAU JADIKAN HIDUPKU BERARTI



***


Lirik lagu di atas saya copy-paste dari halaman kidung.com. Silahkan dikunjungi untuk mendengarkan.

Pertanyaannya, kenapa tiba-tiba saya memposting lirik lagu di atas, ya?
Sebab saya hari ini merasa diberkati, dikuatkan. Iya, saya lagi diingatkan dengan lagu ini.

Lalu, kenapa dengan kunci nadanya segala?
Ya, siapa tau kan someday saya berminat belajar gitar, contoh lagunya kan sudah ada. Mudah-mudahan... :-D

Friday, March 26, 2010

Konservatif Gara-gara Opera Mini?

Gonta-ganti layout, karena merasa bosan tapi bingung layout mana yang cucok, saya menemukan fitur baru yang disediakan blogger untuk memperindah halaman blog dengan mudah. Pilihan "Template Designer", tentu saja tersedia pada menu layout (ya iyalah!). Dan tentu saja saya ikut mencicipinya. Gratis koq, dan mudah diganti kalau tidak suka.

Dan benar saja. Sesungguhnya saya suka dengan tampilan-tampilan baru itu, tapi terbentur penampilan di opera mini. Maklum, saya lebih sering buka blog dari opera mini, kecuali untuk posting yang cukup panjang. Pada opera mini, mungkin penampakan bagus juga. Tapi masalahnya, huruf jadi susah kebaca karena image background. (Kalau di komputer, yang sulit dibaca bisa diakali dengan highlight.) Maka setelah memilih-milih, saya kembali lagi ke desain awal. hihi... Saya merasa diri saya konservatif, sekonservatif mr. Bean dengan kostumnya.

kon·ser·va·tif /konsérvatif/ a 1 kolot; 2 bersikap mempertahankan keadaan, kebiasaan, dan tradisi yg berlaku. (KBBI dalam jaringan)

Hmm.. Tidak masalah, deh, dengan image konservatif itu. Selama saya suka, memikirkan kekurangan (sekuno mr. Bean) itu cuma merusak selera makan, selera tidur, akhirnya merusak suasana. (Halah! Merusak selera makan dan tidur? Maklum, saya kadang terlalu perfeksionis kalau bukan sebaliknya: berantakan sekalian :p)

Tuesday, March 23, 2010

Sudah Sebulan

Tanpa diingatkan, pagi tadi saya sudah menyadarinya. Hari ini sudah genap sebulan kepergiannya.

Luka. Sampai kapan saya ingin mempertahankannya? Seperti halnya saat saya kehilangan orang yang saya percaya, kehilangan teman yang telah saya anggap sahabat, kehilangan saudara yang mungkin lupa, saya seolah merasa rugi jika memilih untuk merelakannya. Saya lebih rela merasa sakit asal impian saya itu jangan pergi. Tapi saya lupa menggunakan akal. Senjata cadangan jika saya terjebak pada pilihan yang sulit, jika perasaan saja ternyata tidaklah cukup.

Akal membantu saya merunut keadaan. Saya tidak perlu membuang rasa terluka itu, melainkan membiarkannya sembuh. Ya, sudah sebulan. Dan seperti saat saya kehilangan orang-orang yang saya tadi ingat kembali, saya juga perlu mengampuni. Mengampuni mereka yang berkaitan dalam hal ini, termasuk mengampuni diri saya sendiri.

Entah masuk akal atau tidak, tapi bagi saya masuk akal bahwa saya perlu mengampuni diri saya sendiri. Bukan menghukum, bukan juga membiarkan kesalahan (atau rasa bersalah) menjadi kesalahan -kesalahan berikutnya.

Friday, March 12, 2010

Come With Different Reason and The Same Love

(Picture's taken from Gettyimages.com)
Finally I went there. After the working time, for the first time. Actually I've planned to go there long enough time ago, exactly, after the burial day. But I just did it lately because it always rain here.

Okay... What's the purpose I did it? Actually at the begining it's because I thought that I could not forget him. The beloved one who had gone...

But I should realize too, that life goes on! So, today I did it for different reason. Yup, I only wanted to remind myself, that he was there. He ever lived with us. Means, he is still my (even our) beloved, a life among us, who has been in God's hand. I have to surrender all to God, and continue my life.

...It's so calm there. There were some people  I thought a family  got together in the ceremonial like we did last time. There were some places with flowers and some yellow flags. Seems like the new burials. I walked along the path, through the outside of the edge of many tombs, to the tomb which I've planned to come. Actually I didn't remember which path I should walk through, because there were some ways I could choose. But I kept walking while trying to remember based on how the background was. Near some trees, near the edge of the block.

Finally I arrived there. Easy to get there. I saw his name there, still on the same white cross. There was some soil color on the cross.

I didn't talked to him like people did in movies or electronic cinemas, because I know he's in God's hand now. It's only his body there. I only saw the body of the tomb, considered that he was my nephew and I could be the same as him. May be someday. And because mother asked me to go there with her just to see how it is now, I can tell my mother now that the tomb had been planted with grasses by the gardener there.

Thinking of this matter remind me about my last entry about another tomb.

Saturday, March 6, 2010

Surat dari Bapamu di surga

Reading Letter
AnakKu yang terkasihi...
Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kau merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kau mengira keputusan yang kau ambil sudah tepat ternyata pikiranmu keliru.
Jangan putus asa! Bangkitlah! Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. Demikian juga dengan dirimu. Kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

Anakku yang terkasih...
Aku sering melihatmu marah ketika kau melihat orang lain berhasil. Untuk apa kau menginginkan keberhasilan orang lain? Bukankah Aku telah menyediakan kesuksesanmu sendiri?
Kau tidak pernah mengejarnya. Jadi kau tidak pernah bisa memilikinya. Matamu tidak terfokus pada rancanganKu yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju pada karyaKu yang luar biasa terhadap diri orang lain.
Jadilah seperti air. Selalu mengalir... Melewati semua benda. Menembus semua sisi dan tanpa batas.

Friday, March 5, 2010

First Post

What's the matter?
I think my last blog got problem with the URL setting.

So sorry...

*Not ready yet to start any post. i'll do it soon.*
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...