Mestinya kita
Mestinya kita
Mestinya kita
Dan seterusnya....
Pernah mengalami salah memilih kata seperti saya? *LOL*
Ini adalah postingan yang lalu yang akhirnya saya harus unpublish, karena saya takut memberi persepsi yang salah. Mungkin saya berlebihan, tapi saya merasa tidak enak saja. Sebelumnya kata 'khawatir' di atas tidak dalam keadaan tercoret. Tapi sekarang saya mencoretnya dan gantinya adalah 'tersadar'. *LOL* Sebelumnya saya merasa, istilah 'khawatir' sangat tepat dalam mendeskripsikan keadaan yang sadar akan konsekwensi yang mungkin saja terjadi. Padahal setelah saya baca lagi, saya renungkan dan bandingkan artinya dalam KBBI, saya merasa 'tersadar' adalah pilihan kata yang lebih pas.
kha·wa·tir a takut (gelisah, cemas) thd suatu hal yg belum diketahui dng pasti;...Bukankah kita seharusnya menaklukan kekhawatiran kita sendiri dengan iman, dan tidak berlarut-larut dalam kekhawatiran?
meng·kha·wa·tir·kan v 1 khawatir thd suatu hal: ia ~ kesehatan anaknya; 2 menimbulkan rasa khawatir: keadaan jantungnya sangat ~;
ke·kha·wa·tir·an n perasaan khawatir; kecemasan: timbul ~ dl dirinya, kalau-kalau ia tidak lulus ujian
Singkat saja, selain jangan khawatir, tetap percaya kepada-Nya, Tuhan juga meminta kita untuk tetap berjaga dan berdoa. Sense of awareness. Cara bijak menyikapinya adalah dengan menyerahkan segalanya
Ok. Dengan demikian kesalahan sudah saya koreksi.
[full edited! :p]
0 comments:
Post a Comment