![]() |
| Reading Letter |
Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kau merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kau mengira keputusan yang kau ambil sudah tepat ternyata pikiranmu keliru.
Jangan putus asa! Bangkitlah! Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. Demikian juga dengan dirimu. Kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.
Anakku yang terkasih...
Aku sering melihatmu marah ketika kau melihat orang lain berhasil. Untuk apa kau menginginkan keberhasilan orang lain? Bukankah Aku telah menyediakan kesuksesanmu sendiri?
Kau tidak pernah mengejarnya. Jadi kau tidak pernah bisa memilikinya. Matamu tidak terfokus pada rancanganKu yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju pada karyaKu yang luar biasa terhadap diri orang lain.
Jadilah seperti air. Selalu mengalir... Melewati semua benda. Menembus semua sisi dan tanpa batas.

